Sabtu, 13 Desember 2014

Pembelajaran Terpadu

BAB II
PEMAHASAN
A.    Pengertian Pembelajaran Terpadu
Terdapat dua istilah yang secara teoritis memiliki hubungan yang saling terkait dan ketergantungan satu sama lain, yaitu integrated curriculum (kurikulum terpadu) dan integrated learning ( pembelajaran terpadu). Kurikulum terpadu adalah kurikulum yang menggabungkan sejumlah disiplin ilmu melalui pemaduan isi, keterampilan, dan sikap (Wolfinger, 1994: 133). Rasional pemaduan itu antara lain disebabkan oleh beberapa hal sebagai berikut:
1.      Kebanyakan masalah dan pengalaman (termasuk pengalaman belajar) bersifat interdisipliner, sehingga untuk memahami, mempelajari, dan memecahkannya diperlukan multi-skill.
2.      Adanya tuntunan interaksi kolaboratif yang tinggi dalam memecahkan berbagai masalah.
3.      Memudahkan anak membuat hubungan antarskemata dan transfer pemahaman antarkonteks.
4.      Demi efisiensi.
5.      Adanya tuntunan keterlibatan anak yang tinggi dalam proses pembelajaran.
Sejalan dengan hal tersebut di atas, pembelajaran terpadu banyak dipengaruhi oleh eksplorasi topik yang ada di dalam kurikulum sehingga anak dapat belajar menghubungkan proses da nisi pembelajaran sastra lintas disiplin dalam waktu yang bersamaan.
Perbedaan yang mendasar dari konsepsi kurikulumterpadu dan pembelajaran terpadu terletak pada segi perencanaan dan pelaksanaannya. Idealnya, pembelajaran terpadu seharusnya bertolak dari kurikulum terpadu, tetapi kenyataan menunjukkan bahwa banyak kurikulum yang memisahkan mata pelajaran satu dengan lainnya menuntut pembelajaran yang sifatnya terpadu.
Pembelajaran terpadu sebagai suatu konsep dapat diartikan sebagai pendekatan pembelajaran yang melibatkan beberapa mata pelajaran untuk memberikan pengalaman yang bermakna kepada siswa. Dikatakan bermakna karena dalam pembelajaran terpadu, siswa akan memahami konsep-konsep yang mereka pelajari melalui pengalaman langsung dan menghubungkannya dengan konsep lain yang sudah mereka pahami.
Fokus perhatian pembelajaran terpadu terletak pada proses yang ditempuh siswa saat berusaha memahami isi pembelajaran sejalan dengan bentuk-bentuk keterampilan yang harus dikembangkan (Aminuddin, 1994). Berdasarkan hal tersebut, maka pengertian pembelajaran terpadu dapat dilihat sebagai:
1.      Suatu pembelajaran yang menghubungkan berbagai mata pelajaran yang mencerminkan dunia nyata di sekeliling serta dalam rentang kemampuan dan perkembangan anak,
2.      Suatu cara untuk mengembangkan pengetahuan dan keterampilan anak secara serempak (simultan),
3.      Merakit dan menggabungkan sejumlah konsep dalam beberapa mata pelajaran yang berbeda, dengan harapan siswa akan belajar dengan lebih baik dan bermakna.
Pembelajaran yang beranjak dari suatu tema tertentu sebagai pusat perhatian yang digunakan untuk memahami gejala-gejala dan konsep lain, baik yang berasal dari mata pelajaran yang bersangkutan maupun dari mata pelajaran yang lainnya.
Pembelajaran terpadu merupakan suatu pendekatan yang berorientasi pada praktek pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan perkembangan anak. Pendekatan ini berangkat dari teori pembelajaran yang menolak proses latihan/hafalan sebagai dasar pembentukan pengetahuan dan struktur intelektual anak. Teori pembelajaran ini dimotori para tokoh psikologi Gestalt, termasuk teori piget yang menekankan bahwa pembelajaran itu haruslah bermakna dan menekankan juga pentingnya program pembelajaran yang berorientasi pada kebutuhan perkembangan anak.
B.     Karakteristik Pembelajaran Terpadu
Hilda Karli dan Margaretha mengemukakan beberapa ciri pembelajaran terpadu, yaitu sebagai berikut.
1.      Holistik, suatu peristiwa yang menjadi pusat perhatian dalam pembelajaran terpadu dikaji dari beberapa bidang studi sekaligus untuk memahami suatu fenomena dari segala sisi.
2.      Bermakna, keterkaitan antara konsep-konsep lain akan menambah kebermaknaan konsep yang dipelajari dan diharapkan anak mampu menerapkan perolehan belajarnya untuk memecahkan masalah-masalah nyata di dalam kehidupannya.
3.      Aktif, pembelajaran terpadu dikembangkan melalui pendekatan diskoveri-inquiri. Peserta didik terlibat secara aktif dalam proses pembelajaran yang secara tidak langsung dapat memotivasi anak untuk belajar.
Sejalan dengan pemikiran itu, Tim Pengembang PGSD mengemukakan bahwa pembelajaran terpadu memiliki ciri-ciri berikut ini.
1.      Berpusat pada anak
2.      Memberikan pengalaman langsung pada anak
3.      Pemisahan antara bidang studi tidak begitu jelas
4.      Memyajikan konsep dari berbagai bidang studi dalam suatu proses pembelajaran.
5.      Bersikap luwes
6.      Hasil pembelajaran dapat berkembang sesuai dengan minat dan kebutuhan anak.
Penerapan pendekatan terpadu disekolah dasar bisa disebut sebagai suatu upaya untuk memperbaiki kualitas pendidikan, terutama dalam rangka mengurangi gejala penjejalan isi kurikulum yang sering terjadi dalam proses pembelajaran yang dilaksanakan di sekolah-sekolah. Penjejalan isi kurikulum tersebut dikhawatirkan akan mengganggu perkembangan anak, karena terlalu banyak menuntut anak untuk mengerjakan aktivitas atau tugas-tugas yang melebihi kapasitas dan kebutuhan mereka.
Terdapat beberapa karakteristik yang perlu dipahami dari pembelajaran terpadu, yaitu:
1.      Pembelajaran terpadu berpusat pada siswa (student centered),
2.      Pembelajaran terpadu dapat memberikan pengalaman langsung kepada siswa (direct experiences),
3.      Dalam pembelajaran terpadu pemisahan antara mata pelajaran menjadi tidak begitu jelas,
4.      Pembelajaran terpadu menyajikan konsep-konsep dari berbagai mata pelajaran dalam suatu proses mata pelajaran,
5.      Pembelajaran terpadu bersifat luwes,
6.      Hasil pembelajaran dapat berkembang sesuai dengan minat dan kebutuhan siswa.
Adapun kelebihan  dari pembelajaran terpadu, yaitu :
1.      Pengalaman dan kegiatan belajar akan selalu relevan dengan tingkat perkembangan siswa.
2.      Kegiatan-kegiatan yang dipilih dalam pelaksanaan pembelajaran terpadu sesuai dengan minat dan kebutuhan anak.
3.      Seluruh kegiatan belajar lebih bermakna bagi siswa sehingga hasil belajar akan dapat bertahan lebih lama.
4.      Pembelajaran terpadu dapat menumbuhkembangkan keterampilan berpikir siswa.
5.      Menyajikan kegiatan-kegiatan yang bersifat pragmatis sesuai dengan permasalahan yang sering ditemui siswa dengan lingkungannya.
6.      Menumbuhkembangkan keterampilan sosial siswa seperti kerjasama, toleransi, komunikasi, dan respek terhadap gagasan orang lain.
Selain beberapakekuatan atau kelebihan di atas,  penerapan pembelajaran terpadu di sekolah dasar memiliki beberapa kendala dalam pelaksanaanya, diantaranya :
1.      Kompetensi dasar yang harus dicapai oleh siswa dalam kurikulum sekolah dasar tahun 1994 masih terpisah-pisah ke dalam mata pelajaran-mata pelajaran yang ada.
2.      Semua pelaksanaan pembelajaran terpadu dibutuhkan sarana dan prasarana belajar yang memadai untuk mencapai kompetensi dasar secara optimal.
3.      Belum semua guru sekolah dasar memahami konsep pembelajaran terpadu ini secara utuh, bahkan ada kecenderungan yang menjadi kendala utama dalam pelaksanaannya.
C.    Prinsip-prinsip pembelajaran Terpadu
Terdapat beberapa prinsip yang perlu diperhatikan dalam pelaksanaan terpadu sekolah dasar, terutama pada saat penggalian tema-tema, pelaksanaan pembelajaran, dan pelaksanaan penilaian. Dalam proses penggalian tema-tema perlu diperhatikan prinsip-prinsip sebagai berikut:
1.      Tema hendaknya tidak terlalu luas,
2.      Tema harus bermakna,
3.      Tema harus sesuai dengan tingkat perkembangan siswa,
4.      Tema yang dikembangkan harus mampu menunjukkan sebagian besar minat siswa,
5.      Tema yang dipilih hendaknya mempertimbangkan peristiwa-peristiwa otentik yang terjadi di dalam rentang waktu belajar,
6.      Tema yang dipilih hendaknya mempertimbangkan kurikulum yang berlaku serta harapan masyarakat,
7.      Tema yang dipilih hendaknya mempertimbangkan ketersediaan sumber belajar.
Dalam proses pelaksanaan pembelajaran terpadu perlu diperhatikan prinsip-prinsip sebagai berikut :
1.      Guru hendaknya tidak bersikap otoriter atau menjadi single actor yang mendominasi aktovitas dalam proses pembelajaran,
2.      Pemberian tanggung jawab individu dan kelompok harus jelas dalam setiap tugas yang menuntut adanya kerjasama kelompok,
3.      Guru bersikap akomodatif terhadap ide-ide yang terkadang sama sekali tidak terpikirkan dalam perencanaan pembelajaran.
Dalam proses penilaian pembelajaran terpadu, perlu diperhatikan prinsip-prinsip sebagai berikut :
1.      Memberi kesempatan kepada siswa untuk melakukan penilaian diri (self-evaluation) di samping bentuk penilaian lainnya,
2.      Guru perlu mengajak para siswa untuk menilai perolehan belajar yang telah dicapai berdasarkan kriteria keberhasilan pencapaian tujuan atau kompetensi yang telah disepakati.
D.    Landasan Pembelajaran Terpadu
Dalam setiap pelaksanaan pembelajaran di sekolah dasar, guru harus mempertimbangkan banyak factor. Selain karena pembelajaran itu pada dasarnya merupakan implementasi dari kurikulum yang berlaku, juga selalu membutuhkan landasan-landasan yang kuat dan didasarkan atas hasil-hasil pemikiran yang mendalam.
Landasan-landasan yang perlu mendapatkan perhatian guru dalam pelaksanaanpembelajaran terpadu di sekolah dasar meliputi landasan filosofis, landasan psikologis, dan landasan praktis.
1.      Landasan Filosofis
Secara filosofis, kemunculan pembelajaran terpadu sangat dipengaruhi oleh tiga alitan filsafat berikut:
a.       Aliran Progresivisme, beranggapan bahwa proses pembelajaran pada umumnya ditekankan pada (1) pembentuykan kreativitas, (2) pemberian sejumlah kegiatan, (3) suasana yang alamiah, dan (4) memperhatikan pengalaman siswa.
b.      Aliran konstruktivisme, melihat pengalaman langsung siswa sebagai kunci dalam pembelajaran.
c.       Aliran Humanisme, melihat siswa dari segi: (1) keunikan, (2) potensinya, dan (3) motivasi yang dimiliki.
2.      Landasan psikologis
Pandangan psikologis yang melandasi pembelajaran terpadu adalah sebagai berikut:
a.       Pada dasarnya masing-masing siswa membangun realitasnya sendiri.
b.      Pikiran seseorang pada dasarnya memiliki kemampuan untuk mencari pola dan hubungan antara gagasan yang ada,
c.       Siswa adalah seorang individu dengan berbagai kemampuan yang dimilikinya dan mempunyai kesempatan untuk berkembang.
d.      Keseluruhan perkembangan anak adalah terpadu dan anak melihat dirinya dan sekitarnya secara utuh.
3.      Landasan Praktis
Landasan praktis yang digunakan dalam pembelajaran terpadu adalah:
a.       Pengetahuan ilmu pengetahuan begitu cepat sehingga terlalu banyak informasi yang harus dimuat dalam kurikulum.
b.      Hampir semua pelajaran di sekolah diberika secara terpisah satu bsama lain, padahal seharusnya saling terkait.
c.       Permasalahan yang muncul cenderung bersifgat lintas mata pelajaran sehinnga diperlukan usaha kolaboratif.
d.      Kesenjangan yang terjadi antara teori dan praktek dapat dipersempit dengan pembelajaran yang dirancang secara terpadu sehingga siswa akan mampu berpikir teiritis dan pada saat yang sama mampu berpikir praktis.
Dengan memahami berbagai landasan diatas, mudah-mudahan kita semakin meyakini akan pentingnya pelaksanaan pembelajaran terpadu di sekolah dasar kita masing-masing.
E.     Manfaat Pembelajaran Terpadu
Beberapa manfaat yang dapat dipetik dengan pelaksanaan pembelajaran terpadu, antara lain :
a.       Dengan menggabungkan berbagai mata pelajaran akan terjadi penghematan karena tumpang-tindih materi dapat dikurangi bahkan dihilangkan,
b.      Siswa dapat melihat hubungan-hubungan yang bermakna sebab materi pembelajaran lebih berperan sebagai sarana atau alat dari pada tujuan akhir itu sendiri,
c.       Pembelajaran terpadu dapat meningkatkan taraf kecakapan berpikir siswa.
d.      Kemungkinan pembelajaran yang terpotong-potong sedikit sekali terjadi,
e.       Pembelajaran terpadu memberikan terapan-terapan dunia nyata sehingga dapat mempertinggi kesempatan transfer pembelajaran,
f.       Dengan pemaduan pembelajaran antarmata pelajaran diharapkan penguasaan materi pembelajaran akan semakin baik dan meningkat,
g.      Pengalaman belajar antarmata pelajaran sangat positif untuk membentuk pendekatan menyeluruh pembelajaran terhadap pengembangan ilmu pengetahuan,
h.      Motivasi belajar dapat diperbaiki dan ditingkatkan dalam pembelajaran antarmata pelajaran,
i.        Pembelajaran terpadu membantu menciptakan struktur kognitif atau pengetahuan awal siswa yang dapat menjembatani pemahaman yang terkait,
j.        Melalui pembelajaran terpadu terhadi kerjasama yang lebih meningkat antara para guru, para siswa, guru-siswa dan siswa-orang/nara sumber lain.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar