A. Pengertian
Kurikulum
Kurikulum merupakan istilah yang diambil dari
dunia olahraga masa lalu yang memiliki makna jarak yang harus ditempuh oleh
pelari. Setelah ditransfer ke dunia pendidikan, kurikulum berarti sejumlah mata
pelajaran yang harus diselesaikan peserta didik.
Ronald C Doll mengatakan kurikulum sekolah adalah isi dan
proses formal maupun nonformal yang mengantarkan peserta didik memperoleh
pengetahuan dan pemahaman. Selain itu, peserta didik mengalami perkembangan
keterampilan, perubahan tingkah laku, apresiasi, dan nilai-nilai di bawah
lembaga pendidikan.
Pengertian Kurikulum
Menurut UU No. 20 Tahun 2003
Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan
bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan
kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan nasional.
Pengertian Kurikulum Menurut Inlow (1966) Kurikulum
adalah usaha menyeluruh yang dirancang oleh pihak sekolah untuk membimbing
murid memperoleh hasil pembelajaran yang sudah ditentukan.
Pengertian Kurikulum Menurut Neagley dan Evans
(1967)
kurikulum adalah semua pengalaman yang dirancang dan dikemukakan oleh pihak
sekolah.
B. Komponen Kurikulum

- Komponen Tujuan
Komponen
tujuan berhubungan dengan arah atau hasil yang diharapkan. Dalam skala makro,
rumusan tujuan kurikulum erat kaitannya dengan filsafat atau sistem nilai yang
dianut masyarakat. Bahkan, rumusan tujuan yang menggambarkan suatu masyarakat
yang di cita – citakan, misalkan, filsafat atau sistem nilai yang dianut
masyarakat Indonesia adalah pancasila, maka tujuan yang diharapkan tercapai
oleh suatu kurikulum adalah terbentuknya masyarakat yang pancasilais. Dalam
skala mikro, tujuan kurikulum berhubungan dengan misi dan visi sekolah serta
tujuan yang lebih sempit, seperti tujuan setiap mata pelajaran dan tujuan
proses pembelajaran.
- Komponen Isi/ Materi Pelajaran
Isi
kurikulum merupakan komponen yang berhubungan dengan pengalaman belajar yang
harus dimiliki siswa. Isi kurikulum itu menyangkut semua aspek baik yang
berhubungan dengan pengetahuan atau materi pelajaran yang biasanya tergambarkan
pada isi setiap materi pelajaran yang diberikan maupun aktivitas dan kegiatan
siswa. Baik materi maupun aktivitas itu seluruhnya diarahkan untuk mencapai
tujuan yang ditentukan.
- Komponen Metode/ Strategi
Strategi
dan metode merupakan komponen ketiga dalam pengembangan kurikulum. Komponen ini
merupakan komponen yang memiliki peran yang sangat penting, sebab berhubungan
dengan implementasi kurikulum. Bagaimana bagus dan idealnya tujuan yang harus
dicapai tanpa strategi yang tepat untuk mencapainya, maka maka tujuan itu tidak
mungkin dapat tercapai. Strategi meliputi rencana, metode dan perangkat
kegiatan yang direncanakan untuk mencapai tujuan tertentu. Sejalan dengan
pendapat diatas, T. Rajakoni mengartikan strategi pembelajaran sebagai pola dan
urutan umum perbuatan guru-siswa dalam mewujudkan kegiatan belajar mengajar
untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan.
Dari
kedua pengertian diatas, ada dua hal yang patut kita cermati. Pertama, strategi
pembelajaran merupakan rencana tindakan (rangkaian kegiatan) termasuk
penggunaan metode dan pemanfaatan berbagai sumber daya/kekuatan dalam
pembelajaran. Ini berarti penyusunan atau strategi baru sampai pada proses
penyusunan rencana kerja, belum sampai pada tindakan. Kedua, strategi disusun
untuk mencapai tujuan tertentu. artinya, arah dari semua keputusan penyusunan
strategi adalah pencapaian tujuan. Dengan demikian penyusunan langkah – langkah
pembelajaran, pemanfaatan berbagai fasilitas dan sumber belajar semuanya
diarahkan dalam upaya pencapaian tujuan.
- Komponen Evaluasi
Evaluasi
merupakan bagian yang tak terpisahkan dari kurikulum. Melalui evaluasi, dapat
ditentukan nilai dan arti kurikulum sehingga dapat dijadikan bahan pertimbangan
apakah suatu kurikulum perlu dipertahankan atau tidak, dan bagian – bagian mana
yang harus disempurnakan. Evaluasi merupakan komponen untuk melihat efektivitas
pencapaian tujuan. Dalam konteks kurikulum, evaluasi dapat berfungsi untuk
mengetahui apakah tujuan yang telah ditetapkan telah tercapai atau belum, atau
evaluasi digunakan sebagai umpan balik dalam perbaikan strategi yang
ditetapkan. Kedua fungsi tersebut menurut Scriven (1967) adalah evaluasi
sebagai fungsi sumatif dan evaluasi sebagai fungsi formatif. Evaluasi sebagai
alat untuk melihat keberhasilan pencapaian tujuan dapat dikelompokkan kedalam
dua jenis, yaitu tes dan nontes.
.
C. Fungsi Kurikulum
Kurikulum dalam
pendidikan memiliki beberapa fungsi sebagai berikut:
1.
Fungsi
kurikulum dalam rangka mencapai tujuan pendididkan.
Fungsi kurikulum dalam
pendidikan tidak lain merupakan alat untuk mencapai tujuan pendididkan.dalam
hal ini, alat untuk menempa manusia yang diharapkan sesuai dengan tujuan yang
diharapkan. Pendidikan suatu bangsa dengan bangsa lain tidak akan sama karena
setiap bangsa dan Negara mempunyai filsafat dan tujuan pendidikan tertentu yang
dipengaruhi oleh berbagai segi, baik segi agama, idiologi, kebudayaan, maupun
kebutuhan Negara itu sendiri. Dengan demikian, dinegara kita tidak sama dengan
Negara-negara lain, untuk itu, maka:
a.
Kurikulum
merupakan alat untuk mencapai tujuan pendidikan nasional,
b.
Kuriulum
merupakan program yang harus dilaksanakan oleh guru
dan murid dalam proses belajar mengajar, guna mencapai tujuan-tujuan itu,
c.
Kurikulum
merupakan pedoman guru dan siswa agar terlaksana proses belajar mengajar dengan
baik dalam rangka mencapai tujuan pendidikan.
2.
Fungsi
Kurikulum Bagi Guru Guru tidak hanya berfungsi sebagai pelaksana kurikulum
sesuai dengan kurikulum yang berlaku, tetapi juga sebagai pengembanga kurikulum
dalam rangaka pelaksanaan kurikulum tersebut.
3.
Fungsi
Kurikulum Bagi Sekolah yang Bersangkutan Kurikulum Bagi Sekolah yang
Bersangkutan mempunyai fungsi sebagai berikut:
a.
Sebagai
alat mencapai tujuan pendidikan yang diinginkan.
b.
Sebagai
pedoman mengatur segala kegiatan sehari-hari di sekolah tersebut, fungsi ini
meliputi:
Ø
Jenis
program pendidikan yang harus dilaksanakan
Ø Cara menyelenggarakan setiap jenis
program pendidikan
c.
Orang
yang bertanggung jawab dan melaksanakan program pendidikan.
Fungsi kurikulum yang ada
di atasnya 1) Fungsi Kesinambungan Sekolah pada tingkat atasnya harus
mengetahui kurikulum yang dipergunakan pada tingkat bawahnya sehingga dapat
menyesuaikan kurikulm yang diselenggarakannya. 2) Fungsi Peniapan Tenaga
Bilamana sekolah tertentu diberi wewenang mempersiapkan tenaga guru bagi
sekolah yang memerlukan tenaga guru tadi, baik mengenai isi, organisasi, maupun
cara mengajar.
4.
Fungsi
Kurikulum Bagi Kepala Sekolah Bagi kepala sekolah, kurikulum merupakan
barometer atau alat pengukur keberhasilanprogram pendidikan di sekolah yang
dipimpinnya. Kepala sekolah dituntut untuk menguasai dan mengontrol, apakah
kcegiatan proses pendidikan yang dilaksanakan itu berpijak pada kurikulum yang
berlaku.
5.
Fungsi Kurikulum Bagi Masyarakat Melalui kurikulum sekolah yang
bersangkutan, masyarakat bisa mengetahui apakah pengetahuan, sikap, dan
nilaiserta keterampilan yang dibutuhkannya relevan atau tidak dengan kuri-kulum
suatu sekolah.
D. Pengembangan Kurikulum
Kurikulum sebagai perangkat
yang digunakan untuk mengembangkan kemampuan anak secara keseluruhan, khususnya
kemampuan memecahkan permasalahan yang dihadapi sehari-hari perlu dipikirkan
pengalaman apa yang diperlukan oleh siswa untuk memenuhi kebutuhan tersebut
Dalam pengembangannya, kurikulum melibatkan berbagai
pihak, terutama pihak-pihak yang secara langsung ataupun tidak langsung
memiliki kepentingan dengan keberadaan pendidikan yang dirancang, yaitu mulai
dari ahli pendidikan, ahli bidang studi, guru, siswa, pejabat pendidikan, para
praktisi maupun tokoh panutan atau anggota masyarakat lainnya.
Peranan kurikulum dalam pembelajaran meliputi peranan
konservatif, peranan kritis atau evaluatif, serta peranan kreatif. Peranan
konservatif yaitu peranan pewarisan budaya dari generasi tua ke generasi yang
lebih muda. Peranan kritis atau evaluatif yaitu memilah kebudayaan dan
mempertahankan yang baik, serta mempertimbangkan kembali kebudayaan yang sudah
dirasa tidak sesuai dengan perkembangan zaman. Sedangkan peranan kreatif
berkenaan dengan kreasi manusia menciptakan sesuatu secara dinamis yang terus
berkembang selama peradaban dan pendidikan masih ada.
Model pengembangan kurikulum yang dapat digunakan
meliputi model Roger, model Tyler, model D.K. Wheeler , model Audery dan
Nicholls serta model Inverted dari Taba. Berdasarkan langkah-langkah tertentu,
model hubungan Interpersonal dari Roger menitikberatkan pada kegiatan kelompok
campuran, dan model Inverted dari Taba menekankan pada kesederhanaan prosedur.
SUMBER
:
Tim Pengembang Ilmu Pendidikan. 2007. Ilmu &
Aplikasi Pendidikan. Bandung: IMTIMA.
Tim Pengembang MKDP Kurikulum dan Pembelajaran. 2009. Kurikulum
dan Pembelajaran. Bandung : Jurusan Kurikulum dan Teknologi Pendidikan,
Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pendidikan Indonesia (dalam http://riedushine.wordpress.com/tag/komponen-komponen-kurikulum/)